Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia 2021

HIV/AIDS Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember sejak tahun 1988. World Health Organization (WHO) menetapkan Hari HIV/AIDS Sedunia agar masyarakat dunia senantiasa waspada akan penyakit tersebut. HIV (Human Immunodeficiency Virus) atau AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala dan infeksi sindrom yang muncul karena rusaknya sistem imunitas tubuh akibat terinfeksi virus HIV yang melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. HIV/AIDS dapat dilawan dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. 

HIV/AIDS dikenal sebagai penyakit yang berbahaya. WHO mengatakan bahwa HIV masih terus menjadi masalah kesehatan utama masyarakat global dan sejauh ini telah merenggut 36,3 juta jiwa. Tercatat juga di WHO pada tahun 2020, 680.000 orang meninggal akibat terserang penyakit terkait HIV dan 1,5 juta orang tertular HIV. HIV/AIDS saat ini terbilang sudah tidak lagi menjadi hal yang ditakuti oleh masyarakat dunia akibat munculnya virus COVID-19 semenjak akhir tahun 2019. Hal ini membuat kekhawatiran tersendiri akan meningkatnya kasus HIV/AIDS apabila masyarakat tidak aware akan penyakit ini. 

Pada tahun 2013 Kemenkes mencanangkan three zero, yaitu zero new infection (tidak ada infeksi baru penderita HIV/AIDS), zero AIDS related deaths (tidak ada kematian akibat AIDS), dan zero discrimination (tidak ada stigma dan diskriminasi pada penderita HIV/AIDS). Tahun 2017 Kemenkes menetapkan strategi fast track 90-90-90, yaitu pencapaian 90 persen orang mengetahui status HIV melalui deteksi dini, 90 persen ODHA (orang dengan HIV/AIDS) memulai terapi ARV (antiretroviral), serta 90 persen ODHA dalam terapi berhasil menekan jumlah virus dan sehat. 

Di saat-saat genting masa pandemi COVID-19 ini, Bernofarm tetap setia memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia guna untuk menyadarkan para karyawan bahwa penyakit ini masih belum tuntas dibasmi. Karyawan Bernofarm berfoto bersama dengan memakai pita merah guna memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia. 

Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia ini juga mengingatkan kembali bagaimana kita harus menyikapi dan memperlakukan penderita HIV/AIDS dengan semestinya. Penularan HIV/AIDS seringkali disalah mengerti, mayoritas orang takut untuk dekat dan berinteraksi dengan penderita HIV/AIDS. Padahal, HIV/AIDS hanya dapat menular melalui hubungan seksual, cairan tubuh (darah, ASI, air mani dan cairan vagina) dari orang yang terinfeksi penyakit ini, pemakaian jarum suntik bergantian serta penularan ibu kepada janinnya. Sebagai manusia yang tidak dapat hidup tanpa orang lain, begitupun dengan pasien penderita HIV/AIDS yang juga membutuhkan support dari orang disekelilingnya. Hal yang dapat kita lakukan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama adalah menjadi teman bicara dan pendengar yang baik bagi mereka, membantu mencari sumber informasi yang tepat terkait HIV/AIDS serta mendorong mereka untuk dapatkan penanganan yang tepat. Dengan demikian kita bisa membantu menekan angka penderita HIV/AIDS, dan saling membantu sebagai makhluk hidup sosial. Bernofarm akan berusaha senantiasa berpartisipasi untuk membantu badan kesehatan dan juga pemerintah menciptakan hidup bebas HIV/AIDS. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.